DPMPTSP Gunakan Aplikasi Simpadan

SHARE

Nunukan,  Setelah menerapkan sistem Online Single Submission (OSS) sebagai akses pengurusan perizinan terpadu secara online, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nunukan mengapplikasikan Sistem Perizinan Daerah Nunukan (Simpadan).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Nunukan, H. Hanafiah mengatakan dengan sistem Simpadan, maka masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor untuk mengurus dokumen perizinannya. Cukup mengakses melalui online di rumah.

“Ini juga berdasarkan arahan dari KPK beberapa bulan lalu saat berkunjung ke Nunukan. Bahkan, KPK berharap kalau perlu masyarakat bisa print out sendiri rumah,” terangnya kepada Koran Kaltara, Rabu (22/1/2020).

Menurut dia, proses tersebut bisa dilakukan masyarakat, apabila memahami untuk mengakses sistem online itu. Misalnya, dokumen Nomor Induk Berusaha.

“Kecuali ada izin komitmen berikutnya. Nah, tapi dharus diakomadasi dengan kita, baik itu izin lingkungan maupun lokasi. Sebenarnya, secara sistem sangat mudah, tidak terlalu rumit. Tapi karena masyarakat belum terlalu menggunakan IT, sehingga menjadi permasalahan,” ujarnya.

Saat ini, kata dia,  masyarakat harus melek dengan era digital dan teknologi. “Kita harus maju. Dan kalau kita tidak mulai dari sekarang, apakah kita harus tertinggal terus. Kita harus berani mulai dari sekarang, karena akhirnya kita juga akan kesitu,” tambahnya.

Dia menambahkan semua perizinan nanti tidak lagi melalui sistem offline.  “Kita akan melihat momen bagus Pemkab Nunukan melauncing applikasi ini. Jangan sampai karena sulitnya mengurus izin, sehingga tidak mau membuat ijin,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini  sebanyak 105 perizinan sedang diproses. Di antaranya, 63 izin melalui OSS dan sisanya 42 melalui Simpadan yang sekarang proses penginputan bahan.

“Tahun 2020 ini, kita akan menggunakan aplikasi Simpadan. Aplikasi ini memang kita peroleh dari Provinsi.  Ada 105 izin yang sudah didelagasikan Bupati kepada DPMPTSP,” terangnya.

 

Sumber : KoranKaltara